Karena konsep 'perlu usaha mencari' inilah, maka banyak yang berlomba-lomba mencari jodoh untuk diri sendiri. Suatu hari saya bertanya kepada teman yang sudah pacaran, apakah pasangan mereka merupakan jodoh terbaik buat mereka? Jawaban seperti sudah saya hafal : "Memanglah yang terbaik. Dia memahami aku, dia sayang aku. Aku pun sayang dia. kami saling mencintai.
apa Itu jodoh terbaik? Lupakan saja. mengertikah mereka apa yang dikatakan terbaik? Terbaik itu berarti baik untuk dunia dan akhirat. Yang bisa saling membimbing untuk kebaikan dunia dan akhirat. Yang mengingatkan pada Allah dan saling berpesan dengan kebenaran untuk menegakkan agama Allah. Bukan, saya tidak mengharapkan wanita sufi seperti rabiatul adawiyah untuk dikaruniai menjadi istri. Karena saya pun bukanlah pria baik dan sempurna. Tapi dalam mencari jodoh yang terbaik, saya selalu ingatkan diri saya sendiri agar menjadi seseorang yang baik. Baik di sini bukanlah baik di mata manusia semata-mata, tetapi baik di sisi Tuhan. Bila kita baik dengan Tuhan, maka barulah secara sendirinya kita akan jadi baik di mata orang lain. Dengan menjadi baik kepada Tuhan ,beribadah dengan khusyuk, membuat kebaikan, menjauhi larangan, dan berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk di muka bumi ini dan sebagainya, maka insyaAllah , Tuhan akan membalasnya dengan kebaikan juga.
Bukankah cinta itu datang bersama ketaqwaan pada Ilahi?Ya, saya tahu, banyak akan mempertanyakan sebab saya berkata begini. Banyak juga yang bertanya dari mana saya dapat 'formula' jodoh yang begini? Dari novel? Buku motivasi? Film? Jangan sampai salah memilih orang Jawabannya mudah. Sangat mudah. Bukankah kita sudah ditinggalkan dengan dua harta paling berharga oleh Rasulullah SAW, yaitu al-Quran dan Hadis? Inilah ayat yang menjadi pegangan saya:
surah / surat : An-Nuur Ayat : 26
alkhabiitsaatu lilkhabiitsiina waalkhabiitsuuna lilkhabiitsaati waalththhayyibaatu lilththhayyibiina waalththhayyibuuna lilththhayyibaati ulaa-ika mubarrauuna mimmaa yaquuluuna lahum maghfiratun warizqun kariimun
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) ".
Jika sudah begitu yang dijanjikan Tuhan, maka saya tak pernah ragu akan janji itu. Selagi saya berusaha untuk menjadi yang terbaik taqwanya di sisi Tuhan, maka saya percaya Tuhan akan menganugerahkan saya jodoh yang baik juga. InsyaAllah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar