tak perlu bersedih karena Ikhlas Meringankan Beban Kehidupan
Kenapa harus menjadi lemah. Bersedih . setiap hari melamunkan tambatan hati? entah kemana dia pergi? kenapa harus terjadi perpisahan. Larut dalam kesedihan tak berujung, membuat tubuh lemah .Selalu berfikir bahwa soal cinta dan jodoh hanyalah masalah waktu. Kalau sekarang dia belum juga hadir menyapa kita dengan senyuman manisnya, kita yakin satu saat nanti dia akan tiba. Dia hadir dengan berjuta cinta dan kasih sayang yang selalu kita nantikan,
Menambat hati kepada pemegang hidup kita, Allah SWT akan lebih menenteramkan hati dan melembutkan jiwa. Rasa gelisah, gundah akan oleh keyakinan iman yang menancap di dada.
“Saya kuat, dan sentiasa akan kuat”
Katalah kalimat itu dengan tatapan tajam ke cermin, kepalkan tangan dan tetaplah optimis.
tidak apa-apa jika air mata keluar, Karena penantian yang tidak kunjung usai. ketahuilah Tapi air mata itu bukan air mata lemah yang mudah sekali menitik. Namun air mata itu adalah air mata harapan, yang akan menampung semangat kita untuk tetap bertahan dalam iman.
Kita bukan generasi yang mudah putus asa. Semangat yang kita miliki akan selalu mekar oleh jiwa yang kita miliki.
Harapan kita hanya kepada Allah, Kita boleh berharap pada orang-orang yang kita cintai, tetapi harapan pada Allah tidak boleh pupus begitu saja. Justru harapan kepada Allah inilah yang akan menjadi bara api dalam hati yang selalu memotivasikan hati. Allah tidak tidur, Dia selalu mendengar doa kita. , hanya Allah sang penjawab doa .
Jangan sedih bila orang lain menghina anda.Tapi sedihlah karena anda membuat hina diri sendiri.Jangan sedih karena anda selalu jatuh..Tapi sedihlah karena anda tak mau bangkit kembali. =)
Ketika Allah rindu pada hambanya, Allah akan mengirimkan sebuah
hadiah istimewa melalui malaikat Jibril yang isinya adalah ujian. Dalam
hadith qudsi Allah berfirman: “Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah
berbagai ujian padanya kerana Aku ingin mendengar rintihannya.” (HR.
Thabrani dari Abu Umamah)
Kita semua manusia sadar, bahwa menjalani hidup bukanlah hal yang mudah. Hidup itu di penuhi ujian dan cobaan, jalan menanjak terjal yang dipenuhi krikil-krikil tajam. Kesedihan dan kebahagian adalah dua hal yang datang bergantian, bagai siang dan malam. Kadang di tengah perjalanan kita merasa bosan, malas dan sedih, sesekali kita mengeluh, menuntut dan menyalahkan keadaan. Walaupun tidak sedikit pula kebahagiaan,
keberhasilan, cinta kasih datang menghampiri, menghapus segala luka, dan kecewa yang menghimpit kesengsaraaan.
Tapi di satu sisi, terkadang kebodohan manusia sendiri yang membuat dia sombong dan lupa diri pada pencipta-Nya. Saat keberhasilan dan kebahagian datang, seolah-olah kesuksesan itu, adalah hasil jerih
payahnya sendiri. Bahkan ia hampir lupa, bahwa Allah Yang Maha Berkehendak, punya andil di dalamnya. Tapi sebaliknya saat ujian dan bencana datang, yang ia hujat malah Tuhan-Nya sendiri. Seolah-olah dia
tak pernah melakukan kesalahan sedikit pun, yang membuat bencana itu datang padanya. Padahal kalau ia mau teliti, tindakannya itu hanyalah bentuk-bentuk pembenaran bagi dirinya, atas kesalahan yang dia perbuat
sendiri ”???”.
Disinilah, letak kekhilafan manusia yang perlu disadari segera mungkin kalau kita ingin memulai mengikhlaskan hati. Karena manusia yang ikhlas, hatinya sedikit pun tak pernah menghujat Tuhannya. Sesulit apapun kesedihan, penderitaan, dan kesempitan meghampirinya.
Justru, semakin besar ujian yang datang maka semakin besar pula kepasrahan dirinya ia panjatkan pada Allah SWT. Karena orang ikhlas selalu percaya, setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan. Bagi
hamba-hambanya yang hanya berharap pada Allah, tak ada kamus kesombongan, dalam dirinya. Sebab hanya karena kehendak dan ridha Allah lah, keberhasilan dan kesuksesan itu datang padanya. Sungguh, hanya keikhlasan lah akan membuat hati kita lapang dari belenggu jiwa yang memenjara, menghilangkan beban-beban kehidupan yang semakin hari, semakin memberatkan pundak manusia.
alam nasyrah laka shadraka
1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
wawadha'naa 'anka wizraka
2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
alladzii anqadha zhahraka
3. yang memberatkan punggungmu ?
warafa'naa laka dzikraka
4.Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu ,
fa-inna ma'a al'usri yusraan
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
inna ma'a al'usri yusraan
6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
fa-idzaa faraghta fainshab
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
wa-ilaa rabbika fairghab
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
Surat
Alam Nasyrah sangat gamblang menjelaskan keistimewaan manusia yang
ikhlas!. Di sana di jelaskan, bahwa hanya dengan berharap kepada Allah
lah, hati kita akan dilapangkannya, punggung kita akan di ringankan dari
beban hidup yang memberatkan. Dan segala kesulitan akan di mudahkan,
dan Allah akan tinggikan derajatnya, bagi orang-orang yang hanya
berharap kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar